TIMES DEPOK, JAKARTA – Gelombang protes terjadi diberbagai daerah di Tanah Air. Tak hanya mahasiswa namun kaum buruh dan ibu-ibu rumah tanggapun banyak yang ikut turun ke jalan menyuarakan ketidakpuasan pada pemerintah.
Ada banyak cara untuk menyuarakan protes pada kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Salah satunya dengan musik.
Telah banyak musisi yang menyuarakan ketidakpuasannya terhadap rezim. Lagu itu kemudian populer, bahkan kerap dinyanyikan saat massa turun ke jalan. Di media sosial, lagu tersebut juga menjadi backsound video maupun foto.
Berikut lagu-lagu Indonesia tentang protes, kritik dan ketidakpuasan pada kebijakan pemerintah.
Bongkar - Iwan Fals
Iwan Fals memang dikenal sebagai musisi yang kerap mengusung tema sosial, politik. Lagu Bongkar salah satunya. Lagu ini sangat relate dengan masa sekarang, di mana massa turun ke jalan karena keserakahan DPR atas tunjangan yang jumlahnya fantastis.
"Sabar sabar sabar dan tunggu. Itu jawaban yang kami terima. Ternyata kita harus ke jalan. Robohkan setan yang berdiri mengangkang.…….. Penindasan serta kesewenang-wenangan. Banyak lagi t’ramat banyak untuk disebutkan. Hoi! Hentikan hentikan jangan diteruskan. Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan….".
Ada juga lagu Surat untuk Wakil Rakyat dari Iwan Fals.
"Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Di sana di gedung DPR
Wakil rakyat kumpulan orang hebat
Bukan kumpulan teman-teman dekat
Apalagi sanak famili
Di hati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam"
Gossip Jalanan - Slank
Band rock Slank juga pernah menyuarakan protes pada pemerintah lewat album PLUR dengan judul Gossip Jalanan.
"Ada yang tau mafia peradilan? Tangan kanan hukum di kiri pidana. Dikasih uang habis perkara.……. Mau tau nggak mafia di Senayan? Kerjaannya tukang bual peraturan. Bikin UUD, ujung ujungnya duit….".
Kenyataan dalam Dunia Fantasi - Koil
Band cadas Koil pernah merilis lagu Kenyataan dalam Dunia Fantasi. Lagu itu jelas menyindir pemerintah yang tidak mampu memberikan kesejahteraan pada rakyat.
Di sisi lain, Koil juga mengajak pendengarnya untuk berjiwa nasionalis.
"Di negara ini kita hidup dan bekerja
Di negara ini kita makan dan berbahagia
Di tanah yang indah ini bersemilah cintamu yang abadi
Di negara busuk ini kita tersenyum pedih
Kita membicarakan kenyataan
Dalam dunia yang tak kumengerti
Kita membicarakan kepasrahan
Dalam spektrum yang hitam dan putih"
Persembahan dari Surga - Dewa 19
Lagu persembahan dari Surga dari Dewa 19 menang tak secara frontal mengkritik pemerintah. Namun liriknya sangat pas dengan kondisi saat ini.
Potongan lirik Persembahan dari Surga ini bahkan ramai digunakan sebagai lagu latar di media sosial.
"Sebarkanlah burung ababil yang pernah turun ke dunia
Lemparkanlah batu api-batu api dari neraka
Hujamkanlah semuanya kepada penguasa lalim
Hujamkanlah semuanya kepada penguasa lalim"
Distorsi - Ahmad Band
Band yang awalnya beranggotakan Ahmad Dhani dan Andra Ramadan pernah merilis Distorsi, dengan lirik kritik yang pedas.
"Maunya selalu memberantas kemiskinan
Tapi ada yang selalu kuras uang rakyat...
Maunya selalu menegakkan keadilan
Tapi masih saja ada sisa hukum rimba
Ada yang coba - coba sadarkan penguasa
Tapi sayang yang coba sadarkan
Sadar aja nggak pernah..
Perut kekenyangan bahas soal kelaparan
Kapitalis sejati malah ngomongin soal keadilan sosial
Yang muda mabuk yang tua korup
Yang muda mabuk yang tua korup
Mabuk terus korup terus
Jayalah negeri ini
Jayalah negeri ini
Merdeka"
Mosi Tidak Percaya - Efek Rumah Kaca
Band indie Efek Rumah Kaca punya lagu Mosi Tidak Percaya. Lagu ini kerap dinyanyikan saat demonstrasi.
Liriknya ngena banget untuk para wakil rakyat.
"Jelas kalau kami marah. Kamu dipercaya susah. Pantas kalau kami resah. Sebab argumenmu payah". (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Lagu Populer tentang Kritik Pemerintah, Liriknya Pas Banget!
Pewarta | : Dhina Chahyanti |
Editor | : Dhina Chahyanti |