TIMES DEPOK, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah akan segera memulai sejumlah proyek hilirisasi dengan nilai investasi sekitar 6 miliar dolar AS dalam beberapa minggu ke depan. Proyek tersebut menjadi bagian dari strategi nasional untuk mempercepat industrialisasi dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.
Hal itu disampaikan Prabowo saat peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, yang dipantau secara daring melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin.
Menurut Prabowo, pada tahap awal terdapat sedikitnya enam proyek hilirisasi yang siap dimulai. Jumlah tersebut bahkan berpotensi bertambah hingga 11 proyek.
“Kita juga dalam waktu beberapa minggu ini akan mulai. Kita harapkan minimal enam proyek hilirisasi, mungkin bisa sampai 11 proyek. Nilainya kurang lebih 6 miliar dolar AS,” ujar Prabowo.
Presiden menjelaskan, proyek-proyek hilirisasi tersebut akan dibarengi dengan masuknya investasi besar dari luar negeri. Oleh karena itu, pemerintah menaruh perhatian besar pada kesiapan sumber daya manusia dan tata kelola proyek.
“Saya perkirakan cukup besar investasi yang akan masuk. Untuk itu, kita harus benar-benar menyiapkan awak, menyiapkan manajemen, serta manajer-manajer muda yang mampu mengelola proyek-proyek ini,” katanya.
Prabowo menambahkan, proses industrialisasi pada dasarnya membutuhkan waktu panjang, bahkan bisa mencapai 10 hingga 20 tahun. Namun, pemerintah berupaya mempercepat tahapan tersebut melalui kebijakan yang terintegrasi dan dukungan lintas sektor.
Ia juga menekankan bahwa hilirisasi merupakan kunci bagi Indonesia untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat. Kekayaan sumber daya alam yang melimpah, menurutnya, tidak akan memberikan manfaat optimal tanpa didukung penguatan industri nasional.
“Kalau kita tidak kuat tapi kita kaya, bisa-bisa kekayaan kita direbut. Karena itu, kita harus bekerja keras menjalankan program hilirisasi,” tegas Prabowo.
Selain kesiapan industri, Presiden menilai keberhasilan hilirisasi sangat bergantung pada ketersediaan pendanaan dan pengelolaan yang profesional. Pemerintah, lanjutnya, optimistis mampu mencapai target hilirisasi nasional dengan manajemen yang terarah dan akuntabel.
“Kita membutuhkan uang, tetapi saya optimis dengan pengelolaan yang baik, kita akan mampu mencapai tujuan hilirisasi itu,” pungkasnya.(*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Presiden Prabowo: Proyek Hilirisasi Senilai 6 Miliar Dolar AS Segera Dimulai
| Pewarta | : Imadudin Muhammad |
| Editor | : Imadudin Muhammad |