Menikmati Kesejukan Telaga Bodas, Surga Tersembunyi di Balik Kabut Garut
Telaga Bodas di Garut menghadirkan telaga putih kehijauan beraroma belerang, panorama perbukitan hijau, dan suasana sunyi tanpa sinyal—destinasi konservasi untuk jeda dari riuh kota.
GARUT – Telaga Bodas merupakan destinasi wisata alam di Kabupaten Garut yang dikenal dengan telaga berwarna putih kehijauan dan suasana alam yang masih terjaga.
Telaga Bodas berada di Desa Sukamenak, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, sekitar 30 kilometer di sebelah utara pusat kota. Kawasan ini mulai dibuka untuk umum sejak 2014 dan hingga kini masih mempertahankan wajah alaminya.
Di sanalah pengalaman Telaga Bodas dimulai, selangkah lebih dekat dengan alam Garut serta sedikit menepi dari hiruk-pikuk kota besar yang bising.
Telaga berwarna putih kehijauan itu terbentang luas, dikelilingi perbukitan hijau yang seolah menjaga jarak dari dunia luar, menegaskan panorama yang tenang dan mendamaikan.

Air telaga mengandung belerang, meninggalkan aroma khas yang lembut namun jelas tercium. Uap tipis sesekali terlihat di beberapa bagian permukaan, menjadi penanda bahwa kawasan ini terbentuk dari aktivitas vulkanik yang panjang.
Harga Tiket, Akses, dan Fasilitas
Untuk masuk ke kawasan Telaga Bodas, pengunjung dikenakan tiket sekitar Rp12.000 pada hari biasa dan Rp17.000 saat akhir pekan. Harga tersebut sudah termasuk asuransi.
Kendaraan bermotor hanya bisa sampai di area parkir bawah, sehingga pengunjung perlu berjalan kaki beberapa menit menuju kawasan telaga. Namun hal ini justru membawa pengalaman lain yang menakjubkan.
Dalam perjalanan itu, pengunjung dapat menikmati setiap kesejukan udara khas pegunungan serta melihat monyet-monyet lucu yang hidup di sekitar kawasan.
Untuk fasilitas di kawasan Talaga Bodas sendiri bisa dibilang masih sederhana. Terdapat mushola, toilet, serta gazebo sederhana yang tersedia bagi pengunjung. Beberapa spot selfie di sekitar telaga juga bisa digunakan untuk mengabadikan momen.
Tidak ada jaringan seluler di kawasan ini. Bagi pengunjung yang terbiasa terhubung, kondisi tersebut mungkin menjadi kekurangan. Namun bagi yang ingin benar-benar menikmati alam, Telaga Bodas justru 'memaksa' ruang khusus untuk lepas dari gawai.
Area Konservasi Telaga Bodas
Berbeda dengan beberapa telaga lain di wilayah Garut, Telaga Bodas memiliki kawasan yang relatif lebih luas.
Ruang terbuka ini memungkinkan pengunjung untuk berjalan mengitari telaga atau mendirikan tenda di area yang diperbolehkan.
Menurut Yuli, salah seorang pengelola, kawasan ini juga memiliki nilai lebih dari sisi panorama.
“Telaga Bodas itu point of view dari tempat wisata lain, seperti Bukit Canar dan Puncak Sagara. Jadi ya kawasan ini penting juga bagi tempat lain,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Kawasan Telaga Bodas dibuka mulai pagi hari dan ditutup pada pukul 16.00 WIB. Pembatasan jam kunjung dilakukan demi keselamatan dan kenyamanan, mengingat Telaga Bodas merupakan area konservasi yang wajib dijaga kelestariannya.
Di sekitar kawasan, pengunjung juga kerap menjumpai monyet liar yang hidup bebas di area pepohonan. Kehadiran satwa ini menjadi bagian dari ekosistem tak terpisahkan dari Telaga Bodas.
Pengelola sendiri mengimbau pengunjung untuk tidak memberi makan satwa liar karena dapat mengubah perilaku alaminya.
“Kalau satwa terbiasa diberi makan, itu bisa berbahaya, baik untuk pengunjung maupun satwanya sendiri, mereka (satwa) bisa kehilangan perilaku alaminya,” pungkas Yuli.
Sepanjang tahun 2025, jumlah pengunjung Telaga Bodas tercatat sekitar 2.000 orang, dengan kepadatan lebih terasa pada akhir pekan dan musim libur.
Di hari biasa, suasana kawasan cenderung sepi, memberi kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati alam dalam suasana yang lebih sunyi.
Telaga Bodas mungkin tidak menawarkan fasilitas lengkap atau akses instan. Namun justru lewat jalur kaki, ketiadaan sinyal, dan ruang alam yang luas, telaga ini menghadirkan pengalaman yang berbeda, yaitu sebuah panggilan untuk berjalan lebih pelan, memandang lebih lama, dan pulang dengan kepala yang lebih ringan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


