Matcha Memang Enak, Tapi Hati-hati Efek Sampingnya
Matcha minuman kekinian asal Jepang yang banyak penggemarnya.

Matcha Memang Enak, Tapi Hati-hati Efek Sampingnya

Matha merupakan minuman yang berasal dari Jepang. Terbuat dari daun teh hijau (Camellia sinensis) yang digiling halus menjadi bubuk.

TIMES Depok,Jumat 19 September 2025, 12:08 WIB
480.9K
D
Dhina Chahyanti

JAKARTASeorang perempuan dilarikan ke rumah sakit karena mengalami anemia akut karena mengonsumsi matcha secara berlebihan. Kabar itu beredar di media sosial. Hingga banyak menanyakan apa saja efek samping dari matcha. 

Matcha memang sedang populer ya. Rasa segar dan creamy dari minuman berwarna hijau ini tengah digandrungi semua kalangan usia. Meski ada pro kontra, yang nggak suka ya bilang kalau rasa matcha tak berbeda dengan rasa rumput. Ehh, emang pernah makan rumput? hehehe... Tapi bagi yang suka, mathca adalah minuman 'penenang' layaknya kopi bagi pecinta kopi. 

Matha merupakan minuman yang berasal dari Jepang. Terbuat dari daun teh hijau (Camellia sinensis) yang digiling halus menjadi bubuk. Proses pembuatannya melibatkan penanaman daun teh di bawah naungan sinar matahari langsung dan kemudian dikukus, dikeringkan, dan dihilangkan urat serta tangkainya sebelum digiling menjadi bubuk halus. 

Jangan keliru ya, matcha itu berbeda dengan teh hijau. matcha adalah teh hijau bubuk yang tumbuh di tempat teduh dan memberikan rasa lebih kaya serta creamy, sedangkan teh hijau umumnya berupa daun utuh yang tumbuh di bawah sinar matahari dan punya rasa lebih ringan dan segar. 

article

Keduanya berasal dari tanaman teh yang sama, namun proses budidaya yang berbeda menghasilkan profil nutrisi yang berbeda pula, dengan matcha memiliki kandungan kafein dan antioksidan yang lebih tinggi. 

Karena berbahan teh hijau, matcha kaya akan asam amino, kafein, serta antioksidan. Kadungan itu tentu bermanfaat bagi tubuh, mulai dari meningkatkan fungsi otak, menjaga kesehatan jantung, meningkatkan mood, hingga dipercaya efektif untuk diet.

Tapi, apapun yang berlebihan tentu tidak baik ya. Demikian juga dengan matcha jika dikonsumsi berlebih akan menimbulkan berbagai efek samping. 

Efeknya bisa beragam tergantu daya tahan tuuh seseorang mentoleransi matcha. Ada yang diawali dengan mual dan muntah hingga memicu asam lambung. Gangguan pencernaan, kesulitan tidur hingga anemia. 

Iya, sepertu teh pada umumnya, matcha juga mengandung tanin yang dapat mengaggu penyerapan zat besi pada tubuh. Tanin merupakan senyawa polifenol yang mengikat zat besi dalam saluran pencernaan sehingga tubuh tidak dapat menyerapnya secara efektif. 

Lalu berapa porsi yang tepat untuk mengonsumsi matcha?

Dikutip dari alodokter, anjuran minum matcha ialah tidak lebih dari 2 gelas ukuran 474 ml atau 2 sendok teh bubuk matcha per hari.

Matchalovers disarankan menghindari minum matcha setelah makan ya. Setidaknya tunggu 10-15 menit agar tanin tak menganggu penyerapan zat besi dari makanan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Dhina Chahyanti
|
Editor:Dhina Chahyanti

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Depok, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.